Read more: Cara Membuat Tulisan Judul Blog Berjalan | HTC Community http://ojelhtc.blogspot.com/2011/12/cara-membuat-tulisan-judul-blog.html#ixzz1kwQ2NxRo Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial Share Alike

Monday, January 30, 2012

TUGAS 1



Amazon
Noble & Barnes
PernyataanMisi
Visi
To be the largest mass online merchandiser on earth.
Misi
The company motto: “Work Hard, Have Fun, and Make History.”
The company’s six core values: customer obsession, ownership, bias for action, frugality, high hiring bar, and innovation.
PenjabaranVisidanMisi
1. Market : Tanggungjawab utama amazon.com adalah untuk melayani seluruh dunia
2. Customer : pelangganon-line
3. Technology : Kami berjanji untuk berusaha meningkatkan tingkat layanan pelanggan melalui industrie-commerce degan menggunakan up-to-date hardware dan software.
4. Product or services : dengan mendengarkan pelanggan. Kami akan menawarkan kepelanggan produk yang meningkat.
5. Philosophy: Untuk memenuhi keinginan berbelanja on-line. Kami berusaha untuk menjadi portal e-commerce di world wide Web
6. Self Concept : dengan tingkah laku operasi berjalan pada etika yang tinggi
7. Concern for survival, growth, and profitability :Peratutran untuk meyakinkan profit jangka panjang dan pertumbuhan saham.
8. Concern for public image: Kami berjanji untuk memberikontribusi pada kekuatan ekonomi dari kumpulan dan fungsi sebagai pengecualian warga perusahaan di semua Negara tempat kami melakukan usaha.
9. Concern for employees: Kami berjanji untuk merekrut ,mengembangkan, emmotivasi, menghargai dan mempertahankan personal of exceptional ability, karakter, dandedikasi.  Dalam pengembalian kami akan member mereka kondisi kerja yang baik, pemimpin yang superior, kompensasi short and long term, dan sebuah peluang untuk perkembangan individu dan keamanan pegawai

Misi :
To operate the best specialty retail business in America, regardless of the product we sell.Because the product we sell is books, our aspirations must be consistent with the promise and the ideals of the volumes which line our shelves.  To say that our mission exists independent of the product we sell is to demean the importance and the distinction of being booksellers.
As booksellers we are determined to be the very best in our business, regardless of the size, pedigree or inclinations of our competitors.  We will continue to bring our industry nuances of style and approaches to bookselling which are consistent with our evolving aspirations.
Above all, we expect to be a credit to the communities we serve, a valuable resource to our customers, and a place where our dedicated booksellers can grow and prosper. Toward this end we will not only listen to our customers and booksellers but embrace the idea that the Company is at their service.
PelangganSasaran
Semua orang yang dapat mengakses internet, karena amzon merupakan took buku dengan konsep online dengan menyelenggarakan persediaan seminimal mungkin, dengan menambah value added kepada pembeli
BN merupakan took buku yang awalnya merupakan took buku offline dan kemudian merambah kedunia online, sasaran dari BN adalah seluruh masyarakat duniabaik online maupun offline.
PosisiPasar
Amazon menduduki peringkat pertama took buku online yang paling laris di seluruh dunia.
Barnes and Noble merupakan took buku paling laris di Amerika , namun secara offline sedangkan secara online Amazon yang merupakan took buku no. 1 di dunia masih lebih unggul dari BN.
Produk = JumlahBuku
-          Amazon BookSurge
-          Amazon EBS
-          Amazon ElastisBlokir Store (EBS)
-          Amazon EC2
-          Amazon EC2 (Elastis Cara Cloud)
-          Amazon elastisMapReduce
-          Amazon Fresh
-          Amazon Kindle
-          Amazon Kindle 2 Amazon's
-          Amazon Kindle DX
-          Amazon S3
-          Amazon S3 (Simple Storage Service)
-          Amazon Unbox
-          AmazonWeb Services
-          Amazon's Mechanical Turk
- Retail Stores
Memiliki lebih dari 200.000 judul buku dari berbagai penerbit
- Internet
B&N menggunakan layanan internet untuk menjangkau pelanggannya lebih luas.
- Publishing
Dengan lini produk penerbitan buku ini B&N teah menerbitkan kurang lebih 10.000 judul buku
- Digital
NOOK, yaitu eBook reader dengan basis android dan operasi touchscreen.
- Barnes and noble college bookseller
Memberikan subsidi kepada lebih dari 600 perpustakaan kampus dengan kurang lebih 250.000 fakultas
Harga = StrategiUmum
-    Kebijakan harga yang kompetitif melalui strategi diskon.
-    Diversifikasi produk, dari buku, music, dan film bertambah meliputi elektronik hingga merchandise lainnya.
-    Penggunaan media seperti kampanye e-mail, iklan portal di website-website, dan sponsored search digunakan Amazon.com sebagai media iklan terutama.
-    Promosi Spesial
-    Program asosiasi dengan mengkontrak website perusahaan lain yang mengarahkan pelanggannya secara langsung ke website Amazon  untuk membeli produk. Amazon membayar komisi pada partisipan program asosiasi jika pereferensian pelanggan menghasilkan penjualan.
-    Excellent customers service adalah strategi pemasaran yang esensial.
-    Amazon prime, yakni program membership dimana anggotanya hanya perlu membayar $79 setahun, dengan benefit antara lain bebas biaya pengiriman.
-    Amazon Kindle yaitu sebuah portable e-book reader
-    Amazon android appstore
-    Strategi kepemimpinan biayaya itu menerbitkan buku-buku dengan harga yang lebih murah dari harga pasaran
-    pengiriman order yang cepat, mudah, aman, dan penuh muatan informasi
-    Diferensiasi produk dengan mengembangkan beberapa lini produk selain menjual buku-buku.
-    Sistem online Book Clubs ini memungkinkan para pembaca berdialog langsung dengan penulis favoritnya untuk semua jenis buku.
-    eBookstore
-    NOOK™, the first Android-based eBook Reader
-    NOOK Color™, the first full-color touch Reader’s Tablet™. 




RencanaStrategis Perusahaan buku online.
Nama Perusahaan
khazana berasal dari bahasa hindi yang berarti pusat keilmuan, sehingga dengan adanya khazana diharapkan mampu untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dalam bidang ilmu pengetahuan.
Pernyataan Misi
Menjadi pusat ilmu dunia untuk seluruh masyarakat Indonesia.
Pelanggansasaran
Seluruh masyarakat Indonesia.
Strategi  yang dilakukan oleh khazana sendiri yaitu dengan memasuki komunitas-komunitas pengguna internet seperti kaskuser, blogger, serta komunitas onlineshop lainnya dan komunitas pecinta buku yang potensialuntukmenjadi pelanggan dari took buku online khazana.com
Posisipasar
Khazana merupakan toko buku yang akan menjadi pusat keilmuan untuk masyarakat di seluruh duniamelalui berbagai jaringan took ritel. Khazana siap bersaing dengan took buku online besa rlainnya. Akan tetapi memusatkan perhatian terhadap masyakat Indonesia pada khususnya, dengan memberikan layanan pemesanan buku baik buku local maupun asing secara lebih eksklusif.
Produk yang ditawarkan
Kami menawarkan  berbagai macam buku pengetahuan dan novel baik buku anak, remaja, dewasa maupun orang tua, kami juga memberikan penawaran khusus untuk buku-buku tertentu seperti memperoleh tandatangan eksklusif dari penulis bukunya dengan edisi terbatas.
Kami juga menawarkan pemesanan buku khusus dari penerbitnya langsung baik buku local maupun asing.
Khazana berusaha memberikan pelayanan yang dapat memuaskan pelanggan baik dari segi pengemasan buku dan pengirimannya, kami menyediakan berbagaimacam pilihan pengiriman baik jasa kurir, maupun jasa ekspedisi lain seperti tiki, JNE, POS Indonesia dan lain sebagainya tergantung lokasi dan permintaan konsumen.

Market Entry Strategy

http://www.zara.com/webapp/wcs/stores/servlet/home/id/en/zara-W2011-s

BAB I
PENDAHULUAN

Sejarah Zara
Zara merupakan merek produk fashion dari spanyol yang didirikan oleh Amancio Ortega di La Coruna, Spanyol.pendiri Zara mendapatkan inspirasi ketika di pelabuhan La Coruna di depan jendela sebuah toko pakaian. Amancio Ortega Gaona, anak seorang pekerja kereta api dan ibunya hanya seorang pembantu rumah tangga, bahkan dia harus  putus sekolah pada saat SMA karena tidak punya biaya. Pada usianya yang ke-13, dia menjadi pengantar pakaian.Ia bertugas sebagai pengantar pakaian yang dipesan orang-orang kaya. Berkat ketekunan dan kerja kerasnya, Ortega kemudian dipercaya menjadi penghias kain dan asisten penjahit.Sejak itu, minatnya terhadap dunia tekstil terus tumbuh.
Awal 1960-an, Ortega akhirnya dipercaya menjadi manajer di sebuah toko pakaian.Pada saat itulah, dia mulai menangkap peluang.Disadarinya, hanya orang-orang kaya yang mampu membeli pakaian dengan harga mahal. Karena itu, dia akan membuat pakaian yang sama dengan harga murah.
Diawali dengan membuat gaun bersama istri keduanya, Rosalia Mera, pada 1963 ia kemudian mendirikan Confecciones Goa, sebuah konveksi. Beberapa tahun kemudian, dibukalah toko pertamanya.Toko inilah yang kemudian menjadi cikal bakal industri mode terkemuka saat ini, Zara.
Sigap menangkap keinginan pasar dan pelayanan maksimal, itulah yang diterapkan Ortego dalam menjalankan Zara. Berbeda dari perusahaan fashion lainnya yang menciptakan permintaan untuk tren baru pada musim semi atau musim dingin dengan membuat pergelaran busana, Zara justru membuat pakaian berdasarkan permintaan para pelanggannya di seluruh jaringan tokonya.
Caranya, Zara menugaskan pada 200 desainernya di Spanyol melakukan perjalanan keliling dunia untuk melihat perkembangan tren fashion di negara-negara lain. Dengan demikian ia bisa bergerak cepat dan lebih dulu menangkap perubahan pasar. Tak mengherankan, Zara menjadi trend setter bagi industri fashion.
Tak hanya itu. Di La Coruna, desainer dan ratusan manajer produk tak henti berdiskusi untuk memutuskan model apa yang akan dibuat. Setiap hari mereka mengumpulkan saran dari seluruh manajer Zara di seluruh dunia. Setelah menimbang gagasan para manajer toko tersebut, tim desainer dan manajer produk memutuskan apa yang akan diluncurkan ke pasar. Maka, dibuatlah gambar dalam komputer untuk kemudian dikirim ke pabrik yang letaknya tak jauh dari lokasi kerja mereka.
Untuk memberi kenyamanan pada pembeli, di setiap gerai Zara terdapat kamar pas yang luas dalam jumlah yang banyak. Ada lebih dari lima ruang pas dalam satu gerai. Menariknya lagi, tamu boleh membawa maksimal enam potong baju ke dalam kamar pas.Selanjutnya, para pramuniaga siap melayani kebutuhan konsumen. Seandainya saat mengepas baju konsumen ingin mencari nomor lain yang lebih sesuai dengan ukuran tubuhnya, dia tinggal meminta ke pramuniaga untuk mencari nomor yang diinginkan tanpa harus keluar dari kamar pas.
Kesigapan menangkap pasar dan penyajian layanan ekstra terbukti berhasil membawa Zara pada kesuksesan.Ortega pun kini tak sekadar memiliki Zara yang pamornya menjulang mendunia.Rangkaian merk lainseperti Massimo Dutti, Oysho, Zara Home, Kiddy’s Class, Tempe, Stradivarius, Pull and Bear/Often, serta Bershka, juga dimilikinya. Lebih dari 14.000 orang, bekerja padanya.
Selain memiliki saham grup Inditex sebesar 59.29 persen, Ortega juga berinvestasi di bidang perminyakan, pariwisata, perbankan, dan real estate. Beberapa bisnis propertinya berada di Madrid, Paris, London, dan Lisbon. Sebuah hotel mewah dan kompleks apartemen juga dibangunnya di Miami. Tak hanya itu, ia dilaporkan memiliki sebuah sirkuit pacuan kuda Idan klub sepakbola. Dengan segala kepemilikannya itu ia menjadi orang terkaya di negeri matador, sekaligus konglomerat paling tajir kedelapan seantero jagad versi majalah Forbes.
Meski demikian, Ortega tetap tidak melupakan asalnya dari golongan orang tak berpunya. Meski telah menjadi konglomerat, ia tetap low profile. Selain tak mau mengumbar foto dirinya, ia juga menolak memakai dasi. Ia lebih memilih jeans sebagai pakaian sehari-hari. Sebagai pengingat masa-masa pahitnya, Ortega menulis sebuah buku, "De Cero a Zara" (From Zero to Zara).



BAB II
PEMBAHASAN

A.    Zara Di Jepang
Zara Masuk keJepang pada tahun 1997 dengan cara joint Venture dengan Japan’s BIGI Group. Gerai Zara pertama kali dibuka di Shibuya, Tokyo pada tahun 1998 yang tertetak di kawasan elit di pusat kota dengan gerai yang memiliki desain interior dan eksterior yang sangat baik. Kemudian gerai Zara berkembang ke berbagai kota jepang lainnya yaitu di Yokohama, Kyoto, Nagoya, Sapporo,Fukuoka, Osaka, Hiroshima, Sendai,Kawasaki, Kawaguchi, Chiba, Kanazawa, Utsunomiya, Kobe, Matsuyama, Takamatsu, dan Shizuoka.
System Joint Venture dipilih karena Jepang merupakan Negara dengan tingkat persaingan yang sangat tinggi sehingga Zara tidak dapat dengan mudah masuk ke jepang.Masyarakat Jepang merupakan konsumen yang sangat memperhatikan kualitas dari produk yang yang dibelinya, selain itu mereka juga memiliki pengetahuan tentang produk yang baik sehingga Zara perlu untuk menggandeng perusahaan local jepang yang sudah dikenal.
Joint venture sendiri adalah bergabungnya dua atau lebih orang atau perusahaan dalam bidang tertentu da setuju untuk berbagi keuntungan, kerugian, atau berbagi pengawasan/control.
Akan tetapi pada tahun 2005 kepemilikan saham dari Zara sepenuhnya dimiliki oleh inditex yang merupakan perusahaan yang menaungi Zara.jadi system kepemilikan Zara di Jepang tidak lagi joint venture yaitu own subsidiaries.
Berikut ini merupakan proses perkembangan Zara di Jepang:

1997
Zara Japan is formed as a joint venture of Inditex Group, Europe's largest global apparel manufacturer, headquartered in Spain, and Japan's BIGI GROUP
1998
The first Zara shop opens in Shibuya.

2005

In December, 100% ownership is transferred to Inditex.

2009
As of March 19, Zara operates 28 retail outlets nationwide:
Sapporo Parco, Sendai, Natori, Tokyo (Shibuya, Harajuku,Roppongi Hills, Ginza, Shinjuku, Ikebukuro, Venus Fort, TachikawaIsetan, Musashi Murayama, Kichijoji), Yokohama (Queens East,Yokohama Motomachi, LaLaport Yokohama, Kohoku Tokyu),Lazona Kawasaki, Kawaguchi, Nagareyama, Kanazawa, Osaka(Umeda, Shinsaibashi), Nagoya, Kyoto, Hiroshima, Fukuoka (Canal City, Tenjin Nishidori), Utsunomiya, Kobe, Matsuyama, Takamatsu,and Shizuoka
.

B.    Keunggulan Zara
Zara mampu meraih hati konsumen karena memiliki system kerja yang berbeda dengan merk-merk fashion lainnya.Zara tidak hanya menciptakan permintaan untuk tren terbaru dengan mengadakan fashion show, tatapi dengan mempelajari dan mengamati permintaan pasar di seluruh gerai zara.Hasil dari pengamatan tersebut diolah menjadi desain atau rancangan fashion dan kemudian diproduksi dalam watu yang singkat.La Coruna, Spanyol merupakan pusat perancangan produk fashion zara oleh kurang lebih 200 orang desainer.Para desainer tersebut selalu melakukan perjalanan antar Negara untuk melihat perkembangan tren fashion masyarakat serara obal.Upaya ini dilakukan untuk mempercepat gerak produksi dan juga agar dapat menangkap keinginan dan kebutuhan konsumen serta perubahan pasar.
Salah satu keunikan Zara adalah menawarkan one stop shopping bagi konsumennya. Pakaian dan aksesoris yang dibutuhkan oleh konsumen wanita , pria, dan anak-anak dipenuhi di gerainya, sehingga sekali dating ke Zara maka akan dapat memenuhi kebutuhan fashion untuk seluruh keluarga. Selain itu, keunggulan Zara juga melalui konsep isnisnya yang disebut sebagai freshly baked clothes. Dimana Zara menempatkan produknya sebagai produk yang rapuh (perishable) seperti bahan pangan.Artinya, produk Zara adalah produk yang memang tidak dapat bertahan lama menjadi produk yang ditawarkan kepada konsumennya, namun setiap minggu harus berganti dengan produk baru sehingga tetap memberikan kesegaran kepada pembeli.
Kecepatan dan efisiensi merupakan sumber kesuksesan Zara karena setiap hal dpastikan tetap berada di jalurnya dengan menjadikan Zara sebagai yang pertama di pasar dengan produk fashion yang up to date. Dengan tingkat turnoveryang tinggi maka akan sangat sulit untuk mendapati produk fashion yang sejenis di sebuah gerainya di kurang lebih 73 negara untuk bertahan lebih dari satu atau dua minggu. Dengan produk-produk fashion yang selalu baru tiap harinya dan sekitar 11 ribu desain produk dalam setahun, maka konsumen Zara kemudian menjadi pembeli yang impulsive dan secara rutin berkunjung ke gerai Zara. Menurut survey yang dilakukan oleh Zara di Spanyol, rata-rata pelanggan Zara mengunjungi dan berbelanja di gerai Zara adalah sebanya 17 kali daam setahun.

C.   Model Bisnis Zara
            Model bisnis Zara terdiri dari 5 kunci utama yaitu Desain, Produksi, Logistik, Strategi, dan Promosi yang merupakan system yang saling terkait antara satu dengan yang lainnya. Zara jepang mengadopsi system dan manajemen yang sama dengan Zara pusat di spanyol dan juga gerai zara di Negara-negara lainnya. Hubungan antara pihak Zara pusat dengan jaringan gerainya di seluruh dunia dengan sanga cepat membuat pihak desainer Zara mendapat first hand input mengenai trend an stye yang berkembang di seluruh dunia. Zara memberikan competitive positioning yang berbeda di setiap pasar, karena setiap Negara memiliki ciri tersendiri yang erat kaitannya dengan perbedaan budaya, gaya hidup, psikografis, tingkat ekonomi, dan faktor lainnya seperti ukuran tubuh masyarakat Negara tujuan Zara.
Konsep desain bergantung pada kreasi yang berkelanjutan dan penambahan desain-desain baru. Pendekatan ‘naluri dan respon’ Zara membuatnya mampu untuk selalu memimpin dalam siklus fashion. Dengan posisi permintaan dan harga yang paling tinggi yang dipadukan dengan supply chain yang sangat efisien sehingga menghasilkan margin yang sangat baik.
Strategi internasional di Zara didefinisikan oleh strategi generik gabungan dari kepemimpinan biaya dan strategi diferensiasi. Ada pertimbangan, namun, seperti ketika memilih pasar Zara memfokuskan pada, biaya tenaga kerja dan produktivitas, biaya distribusi dan pengiriman biaya bahan baku. Pertimbangan lain adalah karakteristik atau perilaku konsumen dan pendapatan per kapita. Dalam hal pendekatan pemasaran, pertimbangan termasuk melekat 4P.pertimbangan dalam memasuki pasar juga meliputi ekonomi, baik faktor ekonomi makro yang meliputi pajak, kondisi politik dan tarif ekspor dan faktor mikro termasuk pesaing lokal, permintaan dan lokasi toko. Peraturan dari masalah perlindungan pemerintah.
Ada tiga strategi ekspansi dasar internasional sebagai dasar masuknya Zara ke berbagai Negara yaitu: own subsidiaries, joint ventures and franchising. Zara mengadopsi strategi pertama untuk sebagian besar negara Eropa dan Amerika Selatan yang dianggap memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi dan risiko bisnis yang rendah.Strategi kedua diadopsi untuk memperluas usaha di Jerman, Italia dan Jepang.Dan franchising atau Waralaba yang diadopsi pada negara-negara berisiko tinggi seperti Arab Saudi, Kuwait dan Malaysia.
*      Proses Model Bisnis Zara
Proses produksi Zara sebanyak 75% dilakukan di Negara asalya yaitu Spanyol, dan sisanya dilempar ke Negara-negara lain dengan proses produksi tetap mengikuti Standard of Operating System (SOP) yang ditetapkan Zara.Untuk distribus di jepang Zara mengimport langsung dari Spanyol.
Zara hanya memproduksi sekitar 1200 buah untuk satu model yang selanjutnya disebar ke sekitar 1100 gerai di seluruh dunia.Sehingga terdapat pembatasan pesanan, dimana setiap gerai hanya dapat memesan produk menggunakan stock order ratio yang dihitung setiap harinya guna menghindari kekurangan stok.
Penawaran dilakukan oleh Zara pusat melalui katalog yang dikirim ke Negara-negara lain dan proses pemesanan dilakukan dengan system online. Setiap model hanya diproduksi untuk 3 potong dengan ukuran S, M, L, dengan batasan pemesanan untuk tiap pemegang hak Zara hanya boleh memesan sebanyak tiga kali setiap minggunya.

D.   Strategi promosi Zara
Pengalaman di gerai zara merupakan landasan pemasaran yang utama, karena Zara meninggalkan pendekatan lama dunia fshion yang seringkali melakukan pengembangan image melalui televise dan belanja iklan di media yang tinggi. Salah satu cara promosi Zara adalah melalui kekuatan merk yan dipercaya dan local ritel. (bangunan tersendiri di commercial centre maupun berada dalam pusat perbelanjaan). Yang didesain dengan interior megah dan kontemporer.Dapat menjadi kekuatan utama untuk tampil dekat dengan konsumennya.
Untuk dapat membangun kekuatan merek, Zara selalu berusaha agar merknya menjadi merk yang paling diinginkan dan dibicarakan khalayak.Merk Zara sendiri berasal dari kata ‘thara’ yang memiliki arti feminine dan luar biasa.Selain itu penggunaan logo, symbol, maupun warna yang konsisten disetiao item yang berhubungan dengan Zara juga menunjukkan tingkat eksklusivitas merk Zara yang mewakili cerminan pribadi konsumennya dan juga produk yang dihasilkan.
Cara promosi Zara laiinya adalah dengan memberikan layout ruang atau gerai secara eksklusif. Setiap gerai dirancang dengan menciptakan atmosfir khusus yang akan memberikan konsumennya perasaan senang ketika membeli Zara. Penggunaan window display merupakan cara yang paling efektif dalam menarik konsumen. Wndow display ini mengalami pergantian setiap 2-3 minggi sekali. Bagian depan gerai Zara dimaksimalkan dengan menggunakan patung-patung mannequin yang dibalut pakaian-pakaian dan aksesoris Zara dengan tren terbaru.
Strategi promosi lainnya yaitu dengan mengadakan program poongan harga atau diskon. Program ini diawasi ketat oleh kantor pusat di spanyol, mulai dari besarnya hingga waktu dalam pemberian potongan harga, termasuk adanya kerjasama dengan pihak ketiga seperti perbankan.
Pada saat program diskon berlangsung, jumlah konsumen yang berada di dalam gerai Zara dibatasi jumlahnya. Hal ini dilakukan agar konsumen tersebut dapat dengan lelasa memilih produk sama dengan ketika tidak diadakan program potongan harga. Unsur-unsur yang dilakukan oleh Zara mulai dari produksi hingga promosi menjadi upaya untuk tampil sedekat mungkin dengan pribadi konsumennya dan meningkatan loyalitas merek Zara.


UTS GLOBAL


UJIAN TENGAH SEMESTER GANJIL
PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN BISNIS
SEKOLAH PASCA SARJANA
logo UPI 2 

Mata Kuliah
: Manajemen Pemasaran Global
Hari /Tanggal
: Sabtu / 5November 2011
Dosen
: Dr. Hj. Ratih Hurriyati, M.Si
  Dr. Vanessa Gaffar, SE.Ak., MBA


Terry Palmer: “Handuk Keluarga Indonesia”

 Selain berkat namanya yang kebarat-baratan, kesuksesan Terry Palmer, handuk asal Tangerang,  didukung oleh kualitas berstandar internasional dan strategi membuka butik handuk di negara tujuan.
Mungkin Anda menjadi salah seorang yang terkecoh dengan merek handuk Terry Palmer dan menganggapnya sebagai merek asal Amerika Serikat atau Eropa.Ya, bila demikian, anggapan Anda memang salah.Terry Palmer merupakan merek asli handuk Indonesia yang diproduksi oleh PT Indah Jaya yang mempunyai pabrik di Tangerang, Banten.Nama Terry Palmer sudah cukup populer di pasar handuk Indonesia.Popularitasnya pun tak sebatas di nusantara saja. Terry Palmer mempunyai nama harum sebagai handuk premium di pasar luar negeri, seperti Eropa, Amerika, Australia, Jepang, Singapura, dan Malaysia.
Handuk Terry Palmer diproduksi oleh PT Indah Jaya yang sejak awal sudah berorientasi pada ekspor mulai tahun 1998.Saat itu, ekspor dilakukan ke Eropa, Jepang, dan Amerika.Orientasi ekspor ke negara maju itu yang membuat PT Indah Jaya komit sejak awal untuk mengedepankan kualitas produk yaitu memproduksi handuk yang lebih tebal dan lebar.Tidak semua produk Indah Jaya masuk ke pasar luar negeri.Awalnya, Indah Jaya memasok handuk dan diberi merek oleh perusahaan di negara tujuan.Tidak lama kemudian, Indah Jaya mulai percaya diri mengusung merek sendiri, Terry Palmer.Terry Palmer awalnya dipasarkan di tingkat lokal.Saat itu, Terry Palmer belum fokus digarap, produk ini masih dipasarkan dalam jumlah terbatas.Waktu berselang, terdapat beberapa negara yang minta dikirimi handuk dengan merek Terry Palmer pada tahun 2000.Justru saat krisis melanda ekonomi Indonesia pada tahun 1998, PT Indah Jaya sedang gencar-gencarnya melakukan ekspor.Saat itu, tujuan ekspor ke Australia, Eropa, dan Amerika.Lalu pada tahun 2002, PT. Indah Jaya mulai fokus menggarap merek ini.
Karakter pasar luar negeri untuk handuk berbeda dengan karakter pasar lokal.Konsumen di pasar lokal, kalau membeli handuk tidak memandang kualitas, yang penting harganya murah.Seseorang jika membeli handuk juga belum mempunyai tujuan khusus dan cenderung membeli secara kebetulan ketika belanja di supermarket.Kondisi ini membuahkan ide untuk membangun butik khusus handuk. Awalnya diberi nama “Depo Handuk” dan merebak di seluruh pusat perbelanjaan sekelas ITC. Tapi, produknya masih campur dengan aneka merek. Lalu, PT. ndah Jaya ingin masuk ke mall dengan nama yang lebih bisa diterima, yakni Terry Palmer. Sampai sekarang, ada dua butik handuk milik PT Indah Jaya, yakni Depo Handuk yang menargetkan kepada kelas ekonomis dan Terry Palmer dengan target kelas menengah atas.Uniknya, Terry Palmer tidak mengalami kesulitan untuk masuk ke pasar menengah atas karena kebanyakan pasar ini mengira merek ini merupakan lisensi dari Amerika.Strategi membangun butik khusus handuk juga diterapkan untuk menggarap pasar global.
Handuk Terry Palmer dipasarkan di luar negeri dengan menyasar segmen premium.Jejak pemasaran globalnya pun unik.Sebelum krisis, dolar Amerika masih terbilang murah.Melihat kuatnya rupiah, perusahaan keluarga ini nekat memasarkan handuknya ke luar negeri.Strategi pemasarannya boleh dibilang simpel.Riset awal juga tak dilakukan. Tapi, kenekatan ini disambut antusias oleh pasar global—sebuah  blessing in disguise. PT. Indah Jaya belajar tentang handuk yang berkualitas justru ketika melakukan ekspor. Memasarkan produk ini memang gampang-gampang susah. Yang paling menjadi penghalang untuk pasar ekspor bagi PT Indah Jaya tak lain adalah standar internasional. Dengan ekspor ini pula, PT. Indah Jaya mengklaim diri berubah menjadi perusahaan modern.Salah satu cirinya adalah sertifikasi ISO, baik soal lingkungan, keselamatan dan kesejahteraan buruh, kebersihan pabrik, dan sebagainya. Selain itu, para pembeli dari pasar luar negeri, mempunyai tim pemantau di Indonesia yang fungsinya untuk mengontrol apakah manajemen sesuai dengan standar internasional tersebut atau tidak. Mereka sangat sensitif dengan ini.Termasuk masalah buruh dan lingkungan hidup.Jadi, soal produksi bagi mereka tidak terlalu menjadi perhatian.Bagi mereka, yang penting bahannya berkualitas dan teknologinya berstandar internasional.
Selain Amerika dan Eropa, Terry Palmer juga sudah mengekspansi pasar Asia. Bahkan, di Singapura dan Malaysia, Terry Palmer mempunyai kantor perwakilan sendiri. Pernah juga Terry Palmer membuka kantor perwakilan selama dua tahun di Sydney, Australia. Di negara-negara tersebut, Terry Palmer juga mempunyai butik handuk sendiri yang berada di berbagai pusat perbelanjaan.Strategi pertama seperti yang dilakukan di pasar domestik, yakni membuka butik khusus handuk di pusat perbelanjaan.Mereka dengan tangan terbuka menyambut Terry Palmer. Citra merek ini sudah kuat di sana. Lagi-lagi, nama yang kebarat-baratan ini punya kekuatan menjual. Di luar negeri, Terry Palmer hanya membuka butik saja. Meskipun ada kantor perwakilan, Terry Palmer tidak melakukan aktivitas pemasaran maupun edukasi pasar secara intensif. Orang-orang di kantor perwakilan bertugas melakukan supervisi pada distribusi Terry Palmer. Terry Palmer mampu menjadi idola di negara-negara tersebut.
Sementara itu, jangkauan distribusinya cukup luas di kota-kota besar negara bersangkutan.Strategi distribusi ini ditangani oleh PT. Indah Jaya sendiri dengan tenaga operasional yang diambil dari negara setempat.Kebanyakan pembeli, khususnya dari Eropa dan Amerika, adalah department store yang menjadi pemasar merek Terry Palmer.Jadi dalam hal persaingan, PT. Indah Jaya tidak dalam kondisi berperang antar merek di negara tujuan.Mereka datang dan membeli serta memasarkan merek PT Indah Jaya.Di Singapura dan Malaysia, PT Indah Jaya menjadi pionir dalam membuka butik handuk.Para pesaing tidak pernah berpikir soal ini.
Belum lama, ada yang mengambil lisensi Terry Palmer untuk dipasarkan di Shanghai dan Beijing.Ini adalah peluang sangat besar mengingat Cina dikenal sebagai rajanya tekstil.Apalagi, jalur perdagangan bebas Cina dan ASEAN sudah dibuka dan populer dengan sebutan CAFTA—China ASEAN Free Trade Agreement itu. Soal handuk, Indonesia tetap menjadi tuan rumah. Di pasar lokal, khususnya di pasar modern, pangsa pasar PT Indah Jaya mencapai 80 persen.Bahkan, hampir 100 persen handuk PT. Indah Jaya mendominasi hotel-hotel bintang empat ke atas.Kesempatan masuk pasar Shangai dan Beijing ini menambah kekuatan Terry Palmer sebagai produk Indonesia untuk menjajaki pasar Cina.
Untuk menghadapi banjirnya produk Cina yang mengusung harga murah itu, PT. Indah Jaya merilis handuk terbarunya dengan merek Merah Putih pada awal tahun 2010.Handuk dengan slogan “Handuk Keluarga Indonesia” ini adalah untuk kelas ekonomi dengan jangkauan distribusi ke berbagai daerah pelosok. Produk yang mengusung nasionalisme Indonesia ini juga dipasarkan di Singapura dan Malaysia.Bahkan, PT. Indah Jaya juga ingin membawanya seperti Terry Palmer, untuk bisa menerobos pasar Amerika dan Eropa.
Strategi harga yang diterapkan di pasar ekspor disesuaikan dengan kondisi di tiap-tiap negara.Pada intinya, harga yang dipatok cukup kompetitif, khususnya dengan produk-produk Amerika yang dikenal supermahal dan bermutu itu.Selain merek, kekuatan Terry Palmer ada di sistem produksi dan desain motif.Pabrik yang terbentang seluas 40 hektare di Tangerang itu mempunyai alat-alat produksi berstandar internasional.Terry Palmer juga bermain dalam desain motif.Motif untuk tiap-tiap negara berbeda.Amerika, misalnya, lebih menyukai warna meriah; Eropa lebih menyukai warna-warna klasik; Jepang lebih senang warna lembut.Pada tahun ini, Indah Jaya terus menggenjot produksi handuknya dan mengembangkan pasar di berbagai negara. (Sigit Kurniawan/Majalah MARKETING)
Setelah anda membaca artikel diatas, jawablah soal-soal berikut ini dengan sistematika yang telah diberikan sebelumnya.Kaitkan jawaban Sdr, dengan teori-teori Manajemen Pemasaran Jasa yang telah Sdr. pelajari.

Pertanyaan

1.      Jika dilihat dari perkembangan tahapan perusahaan, ada pada tahapan mana PT. Indah Jaya kini berada?
2.      Menurut pendapat anda, apakah PT. Indah Jaya bisa dianggap telah meraih kesuksesan dalam memasarkan produknya di pasar luar negeri? Mengapa?
3.      Dengan mempetimbangkan lingkungan pemasaran yang ada, apakah menurut anda lingkungan ekonomi serta lingkungan sosial dan budaya memegang peranan penting dalam kesuksesnya produk Terry Palmer?
4.      Apakah PT. Indah Jaya memahami adanya perbedaan dari pasar-pasar yagn akan dimasukinya? Jika ya, bagaimana cara perusahaan menghadapinya?
5.      Market entry strategy yang mana yang dijalankan oleh PT. Indah Jaya dalam memasuki suatu negara? Sebutkan alasannya.



SELAMAT MENGERJAKAN









1.      Apabila dilihat dari perkembangan tahapan perusahaan, PT Indah Jaya sekarang ini berapa pada tahap kelima yaitu “perusahaan transnasional” dimana Penjualan, investasi dan operasi berada di banyak negara yaitu Negara-negara di Amerika, Eropa, Asia dan Australia. Masing-masing Negara memliki butik sebagai  tempat pemasaran produknya yaitu Terry Palmer, dan sebagai tempat operasinya PT Indah Jaya memiliki beberapa kantor perwakilan seperti di Malaysia, Singapura dan Sydney yang bertugas melakukan supervisi pada distribusi Terry Palmer.
2.      Terry Palmer sebagai brand dari PT Indah Jaya telah memasuki pasar yang dapat dikatakan mendunia, bukan hanya itu saja tetapi brand tersebut juga merupakan brand yang premium dan sebagai market leader untuk produk handuk dengan membuka butik handuk di berbagai Negara. Terry Palmer telah  meraih 80% pangsa pasar modern dan dilihat dari hal tersebut maka brand tersebut dapat dikatakan telah sukses menjadi produk lokal Indonesia yang mendunia. Dalam memasuki pasar global, PT Indah Jaya menggunakan strategi yang dapat diterima Negara tujuan dengan mempekerjakan tenaga operasional yang diambil dari negara setempat  sehingga analisis yang diperoleh memiliki nilai lokal Negara tujuan. Terry palmer juga sangat mengedepankan kualitas produk dan standar Internasional negara tujuan, karena setiap Negara memiliki karakteristik yang berbeda-beda yang menhgasilkan permintaan pasar. Dengan dipenuhinya permintaan pasar setiap Negara tersebut maka produk Terry Palmer dapat lebih mudah untuk diterima.
3.       Lingkungan ekonomi dan sosial budaya Negara tujuan memegang peranan yang sanagt penting dalam kesuksesan pemasaran produk Terry Palmer. Kondisi ekonomi di setiap Negara menentukan tingkat daya beli masyarakatnya. Hal ini sangat penting karena Terry Palmer sendiri masuk ke segmen premium yang berarti untuk ekonomi menengah ke atas. Apabila strategi harga yang diterapkan kurang tepat maka akan menimbulkan masalah, sehingga lingkungan ekonomi harus dianalisis dengan baik, karena tingkat penghasilan setiap masyarakat akan menimbulkan tingkat konsumsi tertentu.Strategi harga yang diterapkan di pasar ekspor disesuaikan dengan kondisi di tiap-tiap Negara, dan harga yang dipatok harus kompetitif.  Begitu pula dengan lingkungan sosial budaya, budaya di setiap Negara pun berbeda-beda seperti  dalam hal pemilihan warna, Amerika misalnya, lebih menyukai warna meriah, Eropa lebih menyukai warna-warna klasik, Jepang lebih senang warna lembutsehingga Terry Palmer harus benar-benar memperhatikan untur budaya dan social Negara tujuan yang kemudian menghasilkan desain, motif, dan warna untuk tiap-tiap Negara yang berbeda sesuai dengan ciri khas serta budaya masing-masing Negara.
4.      PT Indah Jaya sangat memahami perbedaanakankondisi pasar-pasar yangdimasukinya, dapat dilihat dari strategi yang diterapkan di berbagai Negara berbeda-beda. Seperti di Amerika dan Eropa yang pembelinya sangat sensitive terhadap kualitas dan standar teknologi, mereka  membuka butik khusus handuk yang premium di berbagai pusat perbelanjaan besar sehingga konsumen akan dengan mudah melihat serta membandingkannya dengan produk lain yang ada di dept, store tersebut. Di Asia seperti Malaysia dan Singapura Terry Palmer menjadi pionir adanya butik handuk karena belum ada produsen lain yang menggunakan strategi ini, dan strategi di Beijing china, Terry Palmer memberikan lisensi ke produsen di Negara tersebut. Perbedaan kondisi pasar di berbagai Negara juga ditentukan dari lingkungan ekonomi, social budaya, dan kondisi politik Negara tersebut, karena hal tersebut menentukan strategi entri pasar dan strategi harga yang diterapkan.
5.      Market entry strategi dari PT Indah Jaya antara lain adalah:
a)      Lisensi :Yang dimaksud dengan lisensi adalah izin yang diberikan kepada pihak lain melalui suatu perjanjian berdasarkan pada pemberian hak (bukan pengalihan hak) untuk menikmati manfaat ekonomi pada jangka waktu tertentu dan syarat tertentu, seperti yang dilakukan Terry Palmer di China untuk memasarkan produknya di Shanghai dan Beijing.
b)      Invertasi: strategi investasi ini dengan kepemilikan butik handuk di berbagai Negara oleh PT Indah Jaya..
c)       Strategic Aliances :Aliansi strategis adalah hubungan formal antara dua atau lebih kelompok untuk mencapai satu tujuan yang disepakati bersama ataupun memenuhi bisnis kritis tertentu yang dibutuhkan masing-masing organisasi secara independen. Aliansi strategis pada umumnya terjadi pada rentang waktu tertentu, selain itu pihak yang melakukan aliansi bukanlah pesaing langsung, namun memiliki kesamaan produk atau layanan yang ditujukan untuk target yang sama. Dengan melakukan aliansi, maka pihak-pihak yang terkait haruslah menghasilkan sesuatu yang lebih baik melalui sebuah transaksi. Aliansi ini dilakukan PT Indah jaya dengan melakukan kerja sama dengan hotel-hotel bintang yang 100 persen handuknya disuply dengan Terry Palmer.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management